You are here
Home > Artikel > Editing > Memahami Layer dan Masking Photoshop untuk Pemula

Memahami Layer dan Masking Photoshop untuk Pemula

Layer dan Masking merupakan bagian yang banyak digunakan oleh kebanyakan fotografer saat mengolah gambar di Photoshop. Bagi pemula, dua tools ini masih jarang digunakan, karena biasanya editing terbatas pada pengolahan warna, terang gelap dan sebagainya. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa tips dan teknik cara menggunakan layer dan masking di Photoshop. Dalam contoh akan digunakan Photoshop CS6, namun tekniknya dapat diterapkan diberbagai versi Photoshop termasuk Photoshop CC.

  1. Apa itu Layer?

Sebagai gambaran, Layer seperti halnya kertas yang ditumpuk saat Anda mencetak dokumen menggunakan printer. Urutan kertas dapat dibayangkan sebagai tumpukan Layer, bedanya layer merupakan tumpukan gambar digital. Keduanya mempunyai kesamaan prinsip, layer pada tumpukan paling atas adalah yang akan terlihat. Sebagai contoh, jika kertas hasil print berisi warna merah berada di atas print warna biru, maka kita akan melihat print warna merah.Layers-and-masking-1-960x532

Kelebihan dari tumpukan digital ini, kita dapat menyesuaikan tebal tipisnya melalui pilihan opacity. Semakin kecil nilai opacity, maka semakin tipis/transparan layernya yang akan mengakibatkan bercampurnya elemen layer tersebut dengan layer di bawahnya. Sebagai contoh, jika layer paling atas (merah) diubah menjadi 50% maka kadar warna merah akan berkurang, dan akan bercampur dengan layer biru, mengakibatkan warna berubah menjadi ungu.

Layers-and-masking-2-960x531

Opacity sangat berguna saat bekerja di Photoshop, karena kemampuannya untuk mengubah nilai tebal-tipis layer.

2. Berlatih dengan Layer

Pertama membuka Photoshop, cobalah untuk menduplikat layer background dengan shorcut Control+J. Untuk apa? Agar saat mengedit nanti kita masih mempunyai layer master yang tidak akan berubah seandainya kita gagal dalam mengedit. Itulah mengapa saat membuka file foto, maka layer pertama digembok oleh Photoshop agar tidak dapat dilakukan beberapa mode editing. Untuk membuka lock tersebut klik 2 kali dan layer background akan menjadi layer biasa.

Hal penting lainnya adalah setiap layer dapat diubah namanya. Mungkin hal ini tidak begitu penting saat kita hanya mempunyai dua layer. Tetapi akan menjadi krusial saat kita bermain dengan puluhan layer. Untuk mengubah nama layer, dobel klik pada judul layer dan ketikkan namanya.

Opacity merupakan bagian kecil dari layer, terdapat banyak kemampuan editing dengan memainkan layer, baca terus pembahasannya.

3. Layer Masking

Layer Masking mempunyai kelebihan untuk menentukan bagian mana saja dari sebuah layer akan ditampilkan. Kita lihat contoh berikut, pada layer merah diberikan masking, sehingga  akan nampak seperti gambar di bawah ini:

Layers-and-masking-3-960x532

Keren kan, bukti bahwa masking saat bermanfaat saat digunakan. Dengan teknik ini, kita dapat mengedit beberapa bagian saja dari sebuah layer. Misalnya hanya akan menterangkan bagian wajah dari foto orang, sedangkan bagian foto lain tidak berubah, gunakan masking.

Bagaimana caranya?

Pertama klik layer yang akan dipasang masking. Kemudian, buat masking dengan meng-klik “Add Layer Mask”.

Layers-and-masking-4-600x960

Masking secara default akan berwarna putih. Artinya masking tersebut masih kosong, sehingga belum tampak perubahan pada foto yang diedit.

Layers-and-masking-4-1-600x960

Jika layer masking berwarna hitam penuh, maka kebalikannya, layernya akan transparan karena masking hitam mempunyai nilai sama dengan opacity 0%. Seperti contoh pada gambar sebelumnya garis hitam pada layer masking mengakibatkan bagian itu  “berlubang”, sehingga yang terlihat adalah layer dibawahnya yaitu warna biru. Gunakan brush (tekan B pada keyboard) untuk memberikan warna pada layer masking.

Bagian warna hitam tersebut dapat pula kita turunkan intensitasnya, misalnya kita buat warna abu-abu, maka hasilnya juga akan berbeda.

Ingatlah bahwa kita hanya dapat memberi warna pada layer masking hanya warna putih, abu-abu dan hitam. Karena fungsi dari masking hanya memberitahu photoshop bahwa porsi yang diberi warna hanya untuk mengurangi opacity pada bagian tersebut, bukan untuk memberikan tambahan warna pada foto.

4. Masking pada Adjustment Layers

Terdapat hal lain yang cukup penting, yaitu adjustment layers. Jika kita mengedit warna, kontras, brightness, atau perubahan lainnya, maka menggunakan adjustment layer adalah cara tercepat. Prosesnya cukup mudah, pertama, klik pada tab adjustment layer pada bagian bawah Photoshop:

Layers-and-masking-5-594x960

Sebagai contoh, kita akan menaikkan brightnes pada bagian langit pada foto berikut. Tambahkan brightness adjustment layer:

Layers-and-masking-6-960x532

Menarik bukan, brightness adjustment layer otomatis berwarna putih, lihat yang terjadi saat kita menggunakan brush warna hitam.

Layers-and-masking-7-960x533

Pada bagian langit akan lebih terang, dengan memberikan warna hitam akan mengisolasi pada bagian darat dan air sehingga tidak mengalami perubahan. Inilah fungsi utama layer masking!

Demikian semoga dapat menjadi gambaran cara kerja layer masking. Selamat mencoba!

Komentar

comments

Similar Articles

Top