You are here
Home > Blog > Pangkas Rambut Tradisional

Pangkas Rambut Tradisional

Sebuah Foto Esay karya Noor Eva

Di sebuah Pasar yang berada di Lereng Gunung Merbabu ini hanya buka di hari-hari tertentu saja atau pasaran yaitu Pon. Maka dari itu pasar ini di sebut dengan pasar Kaponan. Jika kita melintasi pasar yang masih termasuk wilayah Kabupaten Magelang Jawa Tengah ini udara dan hawa sejuk pasti akan terasa sekali.
Di salah satu sudut pasar inilah terdapat tukang pangkas rambut tradisional. Posisi mereka tepatnya berada di sebelah kanan atas dari pasar berundak-undak yang merupakan ciri khas pasar di lereng gunung. Hanya dengan beralas tanah dan sekat dinding bambu, kaca cermin seadanya, sisir, gunting, pisau cukur dan alat potong rambut sederhana tanpa menggunakan listrik ini mereka bekerja. Meskipun dengan alat yang sederhana seperti itu, tidak mengurangi semangat mereka untuk melakukan aktivitasnya.
Rata-rata Para pemangkas rambut disini sudah lanjut usia, mereka datang bukan hanya dari wilayah sekitar pasar, namun ada yang berasal dari wilayah yang jauh dari pasar ini. Dan mereka sudah menekuni pekerjaan ini sejak lama. Dengan tarif yang tidak tentu dan suka rela mereka tetap ikhlas menjalaninya. Kebanyakan para pelanggan mereka adalah anak-anak, meski ada juga yang dewasa dan orang tua. Sejak pagi sudah mulai buka sampai dengan siang hari seiring pasar Kaponan ini bubar.
Sepintas memang pekerjaan yang tidak istimewa, namun sangat menarik jika kita amati. Karena sekarang judah jarang kita jumpai Pangkas rambut seperti ini. Sekarang yang ada di lingkungan kita tinggal adalah tukang pangkas atau potong rambut dengan peralatan modern sudah menggunakan listrik, bahkan lebih canggih lagi salon atau barber shop kita menyebutnya.

Baca juga : Tips Membuat Foto Esay

Komentar

comments

Similar Articles

Leave a Reply

Top