You are here
Home > Artikel > Foto Anda Jelek? Ini Tips Memperbaikinya

Foto Anda Jelek? Ini Tips Memperbaikinya

Era digital memang memudahkan Anda membagikan foto hasil karya Anda. Namun demikian, kurangnya pemahaman bagaimana sebuah foto dikatakan bagus membuat Anda terkadang terlalu PD dengan membagikan foto tersebut di internet. Alhasil, foto jelek Anda itu¬†hanya jadi bahan bullying teman-teman Anda.. ūüėÄ

Berikut tips agar foto Anda layak tampil.

1. Gunakan Komposisi Dasar

Inti dari sebuah foto adalah komposisi-yaitu penempatan posisi berbagai elemen dalam frame. Aturan dasar dari komposisi adalah Rule of Thirds. Bidang foto dibagi menjadi tiga bagian sama besar baik secara vertikal maupun horisontal sehingga anda memiliki 9 area yang sama besar. Dengan demikian, kita sekarang memiliki pertemuan empat titik.

rule-of-third

Cobalah untuk meletakkan subjek pada garis tersebut atau di antaranya, maka Anda akan mendapatkan foto yang lebih dramatis, dibanding misalnya subjek diletakkan pada tengah foto yang akan mengakibatkan dead center dan kurang menarik. Kamera sekarang sudah menyediakan guide yang muncul dilayar untuk membantu penggunaan rule of third ini.

2. Sesuaikan Kompensasi Exposure

Selama Anda tidak memotret pada mode full manual, kamera digital sebenarnya melakukan pengukuran untuk memutuskan setting eksposur (bukaan/diafragma/f) terbaik saat memotret. Namun terkadang dalam kondisi terang dan gelap sangat kontras kamera salah dalam melakukan pengukuran, untuk itu gunakan fitur exposure compensation. Biasanya kalau pada tombol kamera ditulis dengan simbol +/-. Jika foto terlalu gelap, pilih di atas angka nol, atur sesuai keperluan.

exposure-compensation

3. Pilih Mode yang Benar

Dalam kamera terdapat setting mode dari mulai full otomatis hingga spesifik scene misalnya kita akan memotret pergerakan cepat, kita dapat menggunakan Shutter Priority (S) untuk mengatur shutter speed secara manual, dan sisanya diserahkan ke kamera. Atau dalam kondisi low light, kita dapat menggunakan mode Aperture Priority (A) untuk mengatur diafragma secara manual. Atau saat memotret landscape agar kita dapat mengatur f dengan angka besar (bukaan kecil) yang berakibat ruang tajam semakin luas. Jika Anda menggunakan kamera pocket yang tinggal jepret, bisanya modenya berbentuk gambar seperti sport, landscape, low light dll.

575401_10202351854139022_127728297_n

4. Perhatikan Pencahayaan

Perhatikan dengan benar kondisi cahaya yang ada dan dari mana asalnya saat memotret. Jika Anda memotret di luar ruangan, hati-hati memotret seseorang dengan posisi matahari dibelakangnya. Jika tidak memungkinkan memindahkan orang tersebut, gunakan flash. Mungkin Anda harus mengaktifkan flashnya secara manual, saat kamera berpikir tidak perlu menggunakan karena di siang hari dimana cahaya cukup.

5. Gunakan Flash dengan bijaksana

Banyak sekali saya melihat foto yang hancur karena flashnya terlalu dekat dengan subjek. Jika Anda ingin menggunakan flash, mundur sedikit dan gunakan zoom untuk mendapatkan framing yang sesuai. Jika masih terlalu gelap atau terang cek apakah kamera Anda dapat mengatur power dari flash. Dengan mengatur kekuatan flash sesuai dengan pencahayaan sekitar akan menghasilkan foto yang lebih natural.

6. Perhatikan White Balance.

Kamera Anda akan mengatur white balance secara otomatis berdasarkan keadaan cahaya saat memotret. Warna cahaya tergantung sumber cahaya. Matahari disiang hari akan berwarna biru, warna bohlam biasanya kuning, dan neon biasannya akan sedikit hijau. Jika menggunakan WB auto ada kalanya akan terjadi kesalahan saat terjadi pencampuran sumber cahaya. Saat itulah Anda dapat menggunakan setting WB secara manual. Pelajari pengaturan WB manual sesuai dengan kamera Anda. Lebih lanjut mengenai WB dapat dibaca disini: Memahami White Balance.

7. Gunakan Tripod atau monopod.

Terkadang, cara terbaik untuk menghasilkan foto yang bagus membutuhkan waktu lebih lama, misalnya untuk mengatur framing, pencahayaan, timer dll. Tripod akan sangat membantu. Selain itu dengan menggunakan Tripod akan mengurangi goncangan yang mengakibatkan foto menjadi shake dan blur. Gunakan monopod saat Anda memotret dengan mobilitas tinggi.

8. Jangan Lupa untuk Mengedit

Bagaimanapun hasil foto dari kamera sifatnya masih mentah dan dapat kita koreksi. Kita dapat melakukan kroping, memperbaiki warna, saturasi dan sebagainya. Dengan mengedit foto dengan konfigurasi editing dasar dapat membuat foto kita menjadi semakin bagus. Jangan terlalu berlebihan dalam mengedit foto, atau justru foto kita akan menjadi kurang bagus.

 

 

Komentar

comments

Similar Articles

Top